• Kamis, 8 Desember 2022

Saham bank digital jadi rebutan, hati-hati permainan isu!

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 08:00 WIB
Saham-saham bank digital Indonesia banyak diminati investor lokal dan asing  (Foto: George Morina dari Pexels)
Saham-saham bank digital Indonesia banyak diminati investor lokal dan asing (Foto: George Morina dari Pexels)

digitalbank.id -- PERINGATAN INI DISAMPAIKAN oleh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK, Slamet Edy Purnomo, mengingat besarnya minat investor lokal maupun asing untuk membeli saham-saham bank digital di Indonesia.

Fenomena itu menyebabkan naiknya saham-saham bank digital di pasar modal. Padahal, pebisnis bank digital harus memiliki ekosistem yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini bank-bank yang tidak punya ekosistem dan masuk ke area digital akan menghadapi berbagai kendala.

Lebih lanjut Slamet menyatakan, bank-bank yang tidak punya ekosistem ini dikhawatirkan hanya akan memainkan isu bank digital saja dan pada akhirnya bisa bisa merusak pasar. Lalu menimbulkan kekecewaan pada masyarakat yang sudah membeli sahamnya.

Baca Juga: Transaksi digital banking terus meroket, November 2021 sentuh Rp3.877 triliun

"OJK akan tetap ikut menjaga, jangan sampai saham mereka hanya dibakar-bakar saja, ikut digoreng dengan masalah isu dengan rumor di belakangnya ada investor ini investor itu padahal faktanya tidak. Itu sudah sering terjadi dan kita tegur," ujar Slamet.

Di bagian lain, pakar keuangan dan pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy sependapat dengan OJK. Budi konsisten tak memandang nilai valuasi bank digital. “Yang ada grup besar di belakangnya seperti BCA, Astra, BRI mestinya oke. Berikutnya mungkin grup Emtek dan lainnya,” ujar Budi.

Ia menilai, sangat penting bagi bank digital memiliki ekosistem memadai. "Bank digital yang bisa jalan ialah yang punya ekosistem. Sedangkan yang lain, cuma ikut-ikutan supaya dapat valuasi yang tinggi alias ikut gorengan,” jelasnya.

Baca Juga: Rights Issue Allo Bank masih belum efektif di Desember 2021

Boleh jadi Budi benar. Nu Bank dan Kakaobank, dua role model bank digital berangkat dari ekosistem yang kuat, loyal dan milik sendiri. Nu Bank acap disebut-sebut bank digital Indonesia karena salah satu investor Nu Bank juga berinvestasi di Indonesia.

Tapi sayang, langkah Nu Bank belum diikuti bank digital Indonesia. Nu Bank membangun sendiri credit score nasabah. Sehingga bisa memberikan bunga kredit lebih murah dengan tetap menjaga risiko.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

VICO jadi pembeli siaga Bank Victoria

Minggu, 12 Juni 2022 | 20:17 WIB

Keren, Bank Jago mulai cuan di 2021!

Jumat, 11 Maret 2022 | 17:53 WIB

Langkah BSI menjadi bank BUMN

Sabtu, 26 Februari 2022 | 21:56 WIB

Koreksi beruntun saham Bank Jago sampai kapan?

Minggu, 13 Februari 2022 | 08:10 WIB

Jenius makin serius garap reksa dana

Senin, 7 Februari 2022 | 08:00 WIB

Allo Bank kantongi Rp 4,8 triliun dari rights issue

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:00 WIB
X