OJK perpanjang relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit sampai 2024

- Selasa, 29 November 2022 | 14:22 WIB
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan untuk memperpanjang relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 kepada para debitur hingga 2024 mendatang. (Foto: Ilustasi)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan untuk memperpanjang relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 kepada para debitur hingga 2024 mendatang. (Foto: Ilustasi)

digitalbank.id - OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan untuk memperpanjang relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 kepada para debitur hingga 2024 mendatang. Sebuah kebijakan yang boleh jadi sangat membantu meringankan debitur. Namun saat yang sama, OJK juga mengimbau perbankan untuk berhati-hati dalam mengimplementasikan kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 kepada para debitur.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan mengatakan bahwa keputusan memperpanjang restrukturisasi kredit ini dilakukan secara targeted sampai dengan 31 Maret 2024. "Dewan komisioner kami memutuskan memperpanjang restrukturisasi secara targeted atau selektif. Jadi tidak semua [mendapatkan perpanjangan restrukturisasi kredit Covid-19], jadi diarahkan kepada kriteria UMKM sampai dengan 2024," kata Bambang dalam Seminar Online APPI bertajuk 'Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global 2023', Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Indeks literasi dan inklusi keuangan terus meningkat, ini strategi OJK di 2023

Bambang menyampaikan bahwa kebijakan ini dilakukan agar industri dapat mulai melakukan phasing out kebijakan countercyclical secara bertahap guna meminimalisir dampak apabila restrukturisasi kredit ini dihentikan. Namun di satu sisi, OJK mengkhawatirkan akan adanya potensi dari beberapa pihak yang melihat perpanjangan restrukturisasi kredit Covid-19 ini dimanfaatkan oleh para debitur alias aji mumpung untuk meminta restrukturisasi kredit.

"Debitur yang mengaku terdampak ini yang kita harus antisipasi dan kebijakan ini juga diserahkan kepada appetite perusahaan perusahaan pembiayaan industri," imbuhnya. Untuk diketahui, kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan akan berakhir pada Maret 2023. Namun, OJK mengambil kebijakan dengan mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024.(SAF)


Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini dia tiga provinsi dengan risiko kredit tinggi!

Jumat, 13 Januari 2023 | 18:54 WIB
X