• Kamis, 8 Desember 2022

OJK: Kesenjangan literasi dan inklusi keuangan perkotaan dan pedesaan semakin menyempit

- Rabu, 23 November 2022 | 17:53 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat mendorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di seluruh sektor jasa keuangan. (Foto: Ilustrasi)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat mendorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di seluruh sektor jasa keuangan. (Foto: Ilustrasi)

digitalbank.id - HASIL Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kesenjangan literasi dan inklusi keuangan perkotaan-pedesaan semakin menyempit. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat melek ekonomi perkotaan sebesar 50,52 persen dan tingkat partisipasi sebesar 86,73 persen.

Kinerja ini lebih tinggi dari indeks pedesaan yang masing-masing sebesar 48,43 persen dan 82,69 persen. Namun, kesenjangan indeks literasi ekonomi antara perkotaan dan perdesaan menyempit dari 6,88 persen pada 2019 menjadi 2,10 persen pada 2022. Selain itu, kesenjangan indeks literasi ekonomi menyempit dari 15,11 persen menjadi 4,04 persen.

Direktur Humas OJK Darmansyah dalam keterangan resminya, Selasa (22/11/2022) mengatakan, fokus OJK pada peningkatan literasi keuangan masyarakat tahun depan akan masuk dalam arah strategis literasi keuangan 2023. Melalui arahan tersebut, OJK akan membangun kompetensi keuangan masyarakat desa Aliansi strategis dengan kementerian atau lembaga terkait, perangkat desa dan dengan penggerak PKK desa dan mahasiswa KKN.

Baca Juga: OJK dan KPK dorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di sektor jasa keuangan

Secara keseluruhan, SNLIK 2022 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar 38,03 persen. Indeks inklusi ekonomi sebesar 85,10 persen, naik dari 76,19 persen pada 2019.

“Ini menunjukkan gap antara angka literasi dan partisipasi akan mengecil dari 38,16 persen pada 2019 menjadi 35,42 persen pada 2022,” kata Darmansyah. Berdasarkan gender, Indeks Literasi Keuangan lebih tinggi untuk wanita untuk pertama kalinya, naik menjadi 50,33 persen dibandingkan 49,05 persen untuk pria.

Baca Juga: OJK tegaskan modal inti Rp3 triliun sangat bermanfaat untuk efisiensi dan daya tahan bank terhadap risiko

Namun, indeks inklusi keuangan laki-laki lebih tinggi yakni 86,28 persen, sedangkan perempuan 83,88 persen. Darmansyah menyampaikan bahwa SNLIK 2022 dilakukan pada Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten. Jumlah responden dalam survei ini mencapai 14.634 orang dengan rentang usia antara 15 tahun sampai dengan 79 tahun. SNLIK 2022 menggunakan metode, parameter, dan indikator seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk indek literasi keuangan menggunakan parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku. Adapun indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan.(SAF) 



Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK terbitkan aturan bagi penyertaan modal bank umum

Rabu, 16 November 2022 | 21:39 WIB
X