• Senin, 26 September 2022

Bank kini wajib menaruh sistem elektroniknya di dalam negeri

- Minggu, 31 Juli 2022 | 19:05 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perbankan untuk menaruh sistem elektronik di dalam negeri lewat regulasi No. 11/2022.  (Foto: Ilustrasi bank digital)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perbankan untuk menaruh sistem elektronik di dalam negeri lewat regulasi No. 11/2022. (Foto: Ilustrasi bank digital)

digitalbank.id - ERA digital dan teknologi informasi memang dipelopori oleh negara-negara maju di Barat utamanya Amerika Serikat. Sistem internet, penyimpanan data melalui server didominasi AS dan Eropa, termasuk sistem dan penempatan server untu perbankan Indonesia, masih banyak ditempatkan di luar negeri.

Maka dari itu, regulasi terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 11/2022 tentang Penyelenggara Teknologi Informasi oleh Bank Umum mewajibkan perbankan untuk menaruh sistem elektronik di dalam negeri. Beleid bertanggal 7 Juli itu menetapkan penempatan sistem elektronik di luar negeri hanya berlaku pada beberapa kriteria tertentu saja dan pastinya setelah mendapat persetujuan OJK.

Adapun Sistem Elektronik yang dimaksud dalam POJK terbaru ini adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan informasi elektronik.

Baca Juga: OJK keluarkan aturan Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bank Umum

Pasal 35 ayat (3) POJK no.11/2022 menyebutkan kriteria Sistem Elektronik yang dapat ditempatkan pada pusat data (data center) dan/atau pusat pemulihan bencana di luar wilayah Indonesia antara lain yaitu sistem elektronik yang digunakan untuk mendukung analisis terintegrasi dalam memenuhi ketentuan yang diterbitkan oleh otoritas negara asal Bank yang bersifat global, termasuk lintas negara. 

Kriteria lainnya adalah sistem elektronik yang digunakan untuk manajemen risiko, penerapan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme secara terintegrasi dengan kantor pusat bank atau kantor induk atau kantor entitas utama di luar wilayah Indonesia. POJK no.11/2022 juga memperbolehkan penempatan Sistem Elektronik di luar negeri jika digunakan untuk pelayanan kepada nasabah secara global, yang memerlukan integrasi dengan sistem elektronik milik grup bank di luar wilayah Indonesia.

“Selain itu sistem elektronik yang digunakan untuk manajemen komunikasi antara kantor pusat Bank dan kantor cabang, atau antara perusahaan anak dan perusahaan induk; dan/atau yang digunakan untuk manajemen intern Bank,” tulis dalam POJK no.11/2022.

Baca Juga: OJK beberkan kunci sukses transformasi bank digital

Kemudian, dalam hal terdapat kondisi yang mengganggu operasional Bank secara signifikan, OJK dapat menentukan penempatan sistem elektronik pada pusat data dan/atau pusat pemulihan bencana di luar wilayah Indonesia selain kriteria tersebut untuk sementara waktu.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI prediksi penyaluran kredit konsumer akan melemah

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

OJK cabut izin usaha Maxima Inti Finance

Minggu, 11 September 2022 | 22:19 WIB
X