Penyaluran kredit baru kuartal IV 2022 tumbuh positif, kuartal I 2023 bakal lebih tinggi

- Senin, 23 Januari 2023 | 10:22 WIB
Survei Perbankan Bank Indonesia yang dirilis Bank Indonesia alhir pekan lalu mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2022 tumbuh positif. (Foto: Ilustrasi)
Survei Perbankan Bank Indonesia yang dirilis Bank Indonesia alhir pekan lalu mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2022 tumbuh positif. (Foto: Ilustrasi)

digitalbank.id - Survei Perbankan Bank Indonesia yang dirilis Bank Indonesia akhir pekan lalu mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2022 tumbuh positif.

Hal itu terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 86,3%, tetap kuat meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 88,1%.

Pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis kredit, tercermin dari nilai SBT yang seluruhnya tercatat positif. Pada triwulan I 2023, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi, terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 88,3%.

Baca Juga: Bank Indonesia ungkap tiga alasan mengeluarkan rupiah digital

Standar penyaluran kredit pada triwulan I 2023 diprakirakan sedikit lebih longgar dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) negatif sebesar -0,5%. Kebijakan penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, antara lain pada aspek jangka waktu dan biaya persetujuan kredit.

Hasil survei menunjukkan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2023 sebesar 8,9% (yoy).

Baca Juga: Bank Indonesia prediksi transaksi perbankan digital tembus Rp67 ribu triliun di tahun 2023

“Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Perlambatan terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit investasi, terindikasi dari SBT positif yang sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar 60,8% dan 63,7%,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, akhir pekan lalu.

Adapun, SBT kredit modal kerja sebesar 60,8% pada kuartal IV, lebih rendah dari 70,3% pada kuartal III-2022. Kemudian, kredit investasi juga mengalami perlambatan dari SBT 81,4% pada kuartal III menjadi 63,7%.

Baca Juga: Bank Indonesia catat transaksi digital banking tembus Rp5.184,1 triliun

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X