Bank Neo belum berencana naikkan suku bunga meski BI telah menaikkan suku bunga acuan kredit

- Kamis, 19 Januari 2023 | 22:18 WIB
Bank Neo belum berencana untuk menaikan suku bunga kredit apabila Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada RDG BI. (Foto: Ilustrasi/Bank Neo Commerce PIK)
Bank Neo belum berencana untuk menaikan suku bunga kredit apabila Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada RDG BI. (Foto: Ilustrasi/Bank Neo Commerce PIK)

digitalbank.id - BANK Indonesia menurut berbagai kalangan akan menaikkan kembali suku bunga acuan kredit. Namun demikian reaksi dari pelaku bisnis perbankan khususnya digital beragam. Seperti PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), misalnya, belum berencana untuk menaikan suku bunga kredit apabila Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Kamis(19/1).

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, pihaknya belum melihat itu sebagai kebutuhan saat ini. Ia pun menegaskan bahwa BNC bukan bank yang beraksi terhadap perubahan kebijakan moneter.

"Belum ada rencana, meskipun yang lain mungkin sudah menaikan suku bunga, faktanya masih jauh yang kami tawarkan. Sejauh ini aman, dan nasabah kami tetap stabil," kata Tjandra dalam acara fintech & digital banking, Rabu(18/1).

Baca Juga: Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Tjandra menegaskan bahwa saat ini perseroan tidak memiliki masalah dengan likuiditas. Dirinya mengaku kondisi likuiditas BNC saat ini tengah berlimpah.

"Jadi kami tidak takut apabila perlunya menaikan suku bunga acuan. Bahkan kemungkinan kami akan meninjau satu atau produk  yang suku bunganya akan disesuaikan tapi bukan naik," ungkapnya.

 
Sebagai informasi, BI kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (19/1). Banyak yang memprediksikan bahwa suku bunga BI pada Januari 2023 akan naik jadi 5,75%. Alasannya, BI masih mengatasi tekanan inflasi dan inflasi inti, serta menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur BI pada 21-22 Desember 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

 
Meski tren suku bunga terus naik, namun sejumlah kalangan tetap optimis momentum pemulihan ekonomi Indonesia dapat berlanjut tahun ini.(SAF)

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X