Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

- Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB
Bank  Neo penuhi aturan batas modal inti minimum Rp3 triliun. Angka itu tercapai sebelum batas akhir tahun 2022, tepatnya setelah perseroan melakukan aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI atau rights issue. (Foto: Ilustrasi/Bank Neo Commerce PIK)
Bank Neo penuhi aturan batas modal inti minimum Rp3 triliun. Angka itu tercapai sebelum batas akhir tahun 2022, tepatnya setelah perseroan melakukan aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI atau rights issue. (Foto: Ilustrasi/Bank Neo Commerce PIK)

digitalbank.id - PENUHI aturan batas modal inti minimum Rp3 triliun adalah target utama PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Angka itu tercapai sebelum batas akhir tahun 2022, tepatnya setelah perseroan melakukan aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI atau rights issue yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed.

Demikian penjelasan Head of Corporate Secretary Bank Neo Commerce Agnes F. Triliana seraya memaparkan bahwa kelebihan permintaan tersebut terjadi untuk tiga kali berturut-turut, setelah pelaksanaan rights issue pada Juni 2021 dan Desember 2021.

Dalam aksi korporasi kali ini, perseroan menawarkan 2,61 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp650 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang diterima BNC dari hasil rights Issue ini sebesar Rp 1,7 triliun.

Baca Juga: Sepanjang Agustus 2022 Bank Neo Commerce salurkan kredit digital Rp8,4 triliun

"Pencapaian ini membuat modal inti BNC sudah melebihi Rp3 triliun dan memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Agnes dalam keterangan resmi, Rabu (7/12).

Agnes mengatakan, tingginya animo investor ini, baik investor lama maupun baru, menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap perseroan. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI, akan digunakan Perseroan untuk memperkuat modal inti dan sebagai modal kerja pengembangan Usaha Perseroan.

Selama periode perdagangan HMETD yang berlangsung pada 24 - 30 November 2022, juga periode pemesanan akhir saham tambahan pada 30 November 2022. Tercatat bahwa pelaksanaan HMETD terserap habis dan oversubscribed mencapai 1,16 miliar lembar saham atau setara dengan Rp 756 miliar.

Baca Juga: Ditopang layanan makin lengkap, Bank Neo Commerce catatkan laba dalam dua bulan terakhir

Proporsi kepemilikan saham Bank Neo Commerce setelah pelaksanaan PMHMETD VI terdiri dari Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 25,66%, Gozco Capital sebesar 12,4%, dan Rockcore Financial sebesar 6,12%.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X