Luncurkan Hijra Bank App, Bank Hijra jadi BPRS pertama yang hijrah ke digital

- Rabu, 7 Desember 2022 | 08:22 WIB
Pasca diakuisisi oleh Alami Group pada Maret 2021 lalu, Bank Hijra tercatat sebagai BPRS pertama di Indonesia yang bertransformasi sepenuhnya ke digital. 'Hijrahnya' Bank Hijra ke digital diperkuat dengan peluncuran aplikasi mobile banking, Hijra Bank App. (Foto: Ist)
Pasca diakuisisi oleh Alami Group pada Maret 2021 lalu, Bank Hijra tercatat sebagai BPRS pertama di Indonesia yang bertransformasi sepenuhnya ke digital. 'Hijrahnya' Bank Hijra ke digital diperkuat dengan peluncuran aplikasi mobile banking, Hijra Bank App. (Foto: Ist)

digitalbank.id - Pasca diakuisisi oleh Alami Group pada Maret 2021 lalu, Bank Hijra tercatat sebagai BPRS pertama di Indonesia yang bertransformasi sepenuhnya ke digital. 'Hijrahnya' Bank Hijra ke digital diperkuat dengan peluncuran aplikasi mobile banking, Hijra Bank App.

CEO Alami Group Dima Djani mengatakan Hijra Bank App Bank Hijra akan berfokus untuk menggarap segmen urban muslim.

“Peluncuran Hijra Bank adalah awal dari inovasi dan insya Allah akan kami kembangkan dengan membangun ide menggerakkan kebaikan bersama-sama, berkomitmen merevolusi keuangan syariah di Indonesia untuk melayani umat melalui teknologi,” katanya dalam peluncuran aplikasi Hijra Bank App di Jakarta, Selasa (6/12).

Menurut dia, proses penggarapan aplikasi mobile banking Bank Hijra membutuhkan waktu setidaknya dua tahun.

Hijra Bank app memiliki beberapa fitur yang unik dan dapat mengajak nasabah pada misi kebaikan, salah satunya Sedekah Sign Up yakni program sedekah cahaya sebagai ajakan kepada masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan dana yang disubsidi oleh Bank Hijra.

Selain pengembangan dari sisi teknologi, proses pengembangan aplikasi juga harus memenuhi sejumlah perizinan yang dibuat Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Upaya Bank Hijra dalam pengembangan layanan perbankan digital syariah mulai terbuka ketika perusahaan mengantongi izin dari OJK mengenai Persetujuan Penyelenggaraan Produk Lanjutan Baru pada 14 Januari 2022.

Akhir tahun atau pada Oktober 2022, BI akhirnya mengeluarkan Persetujuan Izin sebagai Penyedia Jasa Pembayaran Kategori Izin 1 dengan Aktivitas Penatausahaan Sumber Dana berupa Penyelenggaraan Proprietary Channel.

"Dengan menjadi bank digital kami tidak perlu buka cabang di setiap provinsi, hanya perlu satu kantor pusat, tetapi bisa melayani masyarakat lebih luas," kata Dima.

Digitalisasi BPR/BPRS dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 25/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X