Modalku menepis isu PHK besar-besaran

- Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB
PENYELENGGARA layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (financial technology peer-to-peer lending/fintech p2p lending) alias pinjaman online PT Mitrausaha Indonesia Grup (Pinjol Modalku), menepis isu pemutusan hubungan kerja. (Foto: Ilustrasi Modalku)
PENYELENGGARA layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (financial technology peer-to-peer lending/fintech p2p lending) alias pinjaman online PT Mitrausaha Indonesia Grup (Pinjol Modalku), menepis isu pemutusan hubungan kerja. (Foto: Ilustrasi Modalku)

digitalbank.id -  PENYELENGGARA layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (financial technology peer-to-peer lending/fintech p2p lending) alias pinjaman online PT Mitrausaha Indonesia Grup (Pinjol Modalku), buka suara soal rumor pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dalam kurun 2 bulan ke depan. Co-Founder & CEO Modalku Reynold Irsian Wijaya menegaskan bahwa Modalku tidak melakukan PHK dalam kurun 2 bulan ke depan.  "Mengenai PHK besar-besaran dalam 2 bulan itu tidak benar rumornya,” kata Reynold, Minggu (4/12/2022).

Reynold menyampaikan bahwa pada kenyataannya, Modalku masih dalam proses mencari kandidat alias rekrutmen untuk beberapa divisi yang tersedia. “Faktanya saat ini kami masih melakukan rekrutmen untuk beberapa divisi tertentu. Di sisi lain, kami juga tetap meningkatkan produktivitas karyawan yang ada,” ujarnya. Mengutip data statistik Modalku di laman resmi perusahaan, per Desember 2022, total pendanaan crowdfunding yang dihimpun Modalku telah mencapai Rp41,80 triliun dengan jumlah pinjaman yang disetujui mencapai 5,12 juta.

Baca Juga: Modalku terus tingkatkan keamanan data nasabah

Bertarung Untuk diketahui, Modalku berada di 5 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Untuk kinerja di Indonesia per Minggu (4/12/2022), ukuran tingkat keberhasilan Modalku dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pendanaan dalam rangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo (TKB90) berada di angka 90,31 persen. Sementara itu, total akumulasi pendanaan sejak perusahaan berdiri mencapai Rp6,30 triliun. Adapun, sebesar Rp1,31 triliun merupakan total akumulasi pendanaan sepanjang tahun berjalan. Jumlah pendanaan yang masih beredar sampai dengan hari ini atau total outstanding pendanaan mencapai Rp243,25 miliar. Pada Februari 2022 lalu, Modalku juga mengumumkan investasi di PT Bank Index Selindo (Bank Index) bersama startup jual beli mobil online asal Singapura, Carro. Saat ini, Modalku punya saham 10 persen di Bank Index.


Editor: Safaruddin Husada

Artikel Terkait

Terkini

X