Bank BSI bukukan pendapatan Rp3,21 triliun pada kuartal III 2022

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:32 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan terus membukukan hasil positif selama tahun 2022. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 42% YoY menjadi Rp 3,21 triliun pada kuartal III 2022. (Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan terus membukukan hasil positif selama tahun 2022. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 42% YoY menjadi Rp 3,21 triliun pada kuartal III 2022. (Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

 

digitalbank.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan terus membukukan hasil positif selama tahun 2022. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 42% YoY menjadi Rp 3,21 triliun pada kuartal III 2022.

Moh Adib, Direktur Treasury & International Banking BSI, mengatakan perkembangan positif ini didukung oleh kepercayaan masyarakat terhadap investasi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp245,18 triliun, lebih dari 11,86% dari Wadiah - tabungan, giro dan deposito berjangka mendominasi. .

“Posisi tersebut didominasi oleh tabungan Wadiah yang merupakan salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya pengurusan bulanan dengan layanan perbankan online yang modern dan mudah diakses di mana saja dan kapan saja,” ujar Adib dalam keterangan resmi, Jumat (12/2).

Baca Juga: Bank BSI kolaborasi dengan beberapa BPD untuk kembangan ekosistem ekonomi syariah

Dari sisi bank, hal ini juga berdampak positif bagi perusahaan dalam hal efisiensi distribusi laba. Pencapaian positif tersebut juga didukung oleh pendanaan yang tumbuh dan sehat.

Total pembiayaan BSI sebesar Rp199,82 triliun, meningkat 22,35%. Segmen keuangan terbesar yang berkontribusi terhadap keberhasilan tersebut berasal dari keuangan mikro yang tumbuh sebesar 37,32%.

Selain itu, pembiayaan kartu meningkat 35,81% dan pembiayaan hipotek meningkat 30,15%. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh kualitas keuangan yang baik yang tercermin dari kapitalisasi bersih sebesar 0,59%. Menurutnya, kinerja tersebut juga didukung oleh pertumbuhan positif seluruh komponen indikator keuangan yang mempengaruhi aset yang meningkat 11,53% year-on-year menjadi Rp280,00 triliun.

Baca Juga: Tak hanya urus ZISWAF, kini nasabah Bank BSI bisa juga urus SKCK dan KTA Satpam

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X