Akses pendanaan UMKM diperluas, IdScore kasih tips agar pengajuan kredit disetujui

- Sabtu, 26 November 2022 | 15:13 WIB
Pemerintah turut mendukung akses pendanaan UMKM dengan meminta perbankan menambah kredit UMKM minimal 30% pada 2024 mendatang. Namun, dari alokasi 4,4 juta fasilitas pendanaan untuk UMKM, hanya 3,7 juta jumlah debitur UMKM yang menikmati pendanaan tersebut. (Foto: Ilustrasi kredit UMKM)
Pemerintah turut mendukung akses pendanaan UMKM dengan meminta perbankan menambah kredit UMKM minimal 30% pada 2024 mendatang. Namun, dari alokasi 4,4 juta fasilitas pendanaan untuk UMKM, hanya 3,7 juta jumlah debitur UMKM yang menikmati pendanaan tersebut. (Foto: Ilustrasi kredit UMKM)

digitalbank.id - Sebagai salah satu penopang ekonomi Indonesia, UMKM bertumbuh secara progresif dan mencapai lebih dari 65 juta per tahun 2021. Di saat bersamaan, pemerintah turut mendukung akses pendanaan UMKM dengan meminta perbankan menambah kredit UMKM minimal 30% pada 2024 mendatang.

Namun, dari alokasi 4,4 juta fasilitas pendanaan untuk UMKM, hanya 3,7 juta jumlah debitur UMKM yang menikmati pendanaan tersebut.

Situasi ini menjadi topik pembicaraan webinar talkshow Kini Paham Kredit #4 dengan judul “Memenangi Persaingan Bisnis UMKM & Kemudahan Akses Pendanaan” yang diselenggarakan oleh IdScore, Selasa, (22/11).

Menurut Wahyu Trenggono, Direktur Komersial IdScore, fasilitas pendanaan tersebut diharapkan dapat memudahkan UMKM untuk memenuhi kebutuhan modal demi memperluas skala bisnis mereka.

“Sebelum pengajuan pinjaman, penting untuk pelaku usaha menjaga reputasi keuangannya, karena ini jadi salah satu tolak ukur lembaga keuangan memberikan kredit," katanya.

Menurit dia, 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral) yang biasa digunakan dalam proses analisa kredit oleh lembaga jasa keuangan menjadi pertimbangan saat memberikan KUR.

Credit score dapat memperlihatkan karakter atau kepribadian calon debitur dalam menyelesaikan pembayaran cicilan. Umumnya angka ini berkisar antara 250 hingga 900. Semakin tinggi score, semakin rendah risiko kreditnya.

IdScore telah mengembangkan produk IdSME Score, di mana fasilitator pendanaan dapat mengecek kelayakan UMKM sebelum akhirnya diberikan pinjaman. IdSME Score merupakan credit score spesifik UMKM yang disusun menggunakan basis data kredit historis pelaku UMKM.

“IdSME Score memberi kemudahan lembaga keuangan dalam menilai credit score, profil risiko, kemungkinan gagal bayar, dan riwayat kredit UMKM dalam proses analisa.

Sementara itu Nilamsari, Founder & Business Development Director PT Sari Kreasi Boga Tbk dan NS Consulting, menceritakan pengalamannya dalam merintis usaha dari gerobakan hingga kini sudah IPO.

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X