• Kamis, 8 Desember 2022

Akulaku salurkan pendanaan senilai lebih dari Rp12 triliun sampai November 2022

- Kamis, 24 November 2022 | 22:27 WIB
Per Oktober 2022, Akulaku PayLater telah mengakumulasi lebih dari 20 juta pengguna. Jumlah tersebut sesuai dengan target perseroan hingga akhir 2022. Akulaku juga mencatat penyaluran dana hingga November 2022 lebih dari Rp12 triliun. (Foto: Istimewa)
Per Oktober 2022, Akulaku PayLater telah mengakumulasi lebih dari 20 juta pengguna. Jumlah tersebut sesuai dengan target perseroan hingga akhir 2022. Akulaku juga mencatat penyaluran dana hingga November 2022 lebih dari Rp12 triliun. (Foto: Istimewa)

 


PT Akulaku Finance Indonesia, perusahaan keuangan dari Akulaku Group, memiliki rasio net non performing loan (NPF) sebesar 3 persen pada akhir Oktober 2022. Nilai tersebut jauh di bawah ketentuan OJK, di mana NPF maksimal. dari 5 persen.

Efrinal Sinaga, Direktur Keuangan Akulaku, mengatakan sedang menyiapkan beberapa strategi untuk menekan kredit bermasalah. “Mitigasi risiko dilakukan dengan proses onboarding dan pre-approved melalui verifikasi identitas [e-KYC], pengenalan wajah dan biometrik, informasi riwayat kredit, sistem penilaian untuk asuransi penjaminan pinjaman,” kata Efrinal, Kamis (24/11/2022).

Per Oktober 2022, Akulaku PayLater telah mengakumulasi lebih dari 20 juta pengguna. Efrinal mengatakan, jumlah tersebut sesuai dengan target perseroan hingga akhir 2022. Akulaku juga mencatat penyaluran dana hingga November 2022 lebih dari Rp12 triliun. Sedangkan pendanaan Akulaku Paylater 40 persen dari Rp 12 triliun. “Realisasi alokasi anggaran lebih dari Rp12 triliun sudah melebihi target Rp11 triliun untuk tahun 2022,” ujarnya.

Baca Juga: Akulaku tetap optimis tumbuh meski daya beli pelanggan tertekan karena kenaikan harga BBM

Untuk target 2023, dia yakin bisnis beli sekarang bayar nanti akan terus berkembang. Akulaku Finance bahkan optimis divisi ini bisa tumbuh minimal 15 persen. Optimisme ini muncul seiring dengan pertumbuhan pengguna internet dan ponsel, infrastruktur telekomunikasi dan jaringan 4G yang terus berkembang dan membaik, serta ruang kosong di tanah air yang semakin berkurang.

Selain itu, Efrinal meyakini segmen Akulaku Finance di sektor riil dan UKM tidak akan terlalu terganggu meski resesi ekonomi membayangi hal tersebut. “Kami juga optimis karena gaya hidup masyarakat juga bergerak ke arah belanja online dan metode pembayaran yang mudah,” ujarnya.(SAF)

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X