• Senin, 26 September 2022

Demi menjaga kepercayaan, Bank Mandiri sangat utamakan keamanan data nasabah, caranya?

- Kamis, 22 September 2022 | 09:32 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meyakini bahwa menjaga kerahasiaan informasi pribadi nasabah merupakan aset terpenting dalam menjaga kepercayaan.  (Foto: Ist)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meyakini bahwa menjaga kerahasiaan informasi pribadi nasabah merupakan aset terpenting dalam menjaga kepercayaan. (Foto: Ist)

digitalbank.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meyakini bahwa menjaga kerahasiaan informasi pribadi nasabah merupakan aset terpenting dalam menjaga kepercayaan. Pasalnya, di era digitalisasi dan perkembangan pesat teknologi informasi atau IT, bank milik negara yang bersandi BMRI ini memahami pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi nasabah dari ancaman serangan siber.

Seperti diketahui, RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) disahkan (UU) dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (20 September 2022). Keberadaan undang-undang PDP diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang kuat dan memastikan bahwa negara menjamin perlindungan data pribadi di dalam perbatasannya.

“Kami dapat menyampaikan bahwa Bank Mandiri menyambut baik kebijakan [UU PDP] ini untuk memperkuat keamanan data nasabah," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Transaksi lewat QRIS Bank Mandiri naik dua kali lipat

Secara terpisah, BMRI menilai bahwa pengawasan pemerintah dan regulasi juga diperlukan untuk memberikan kebijakan untuk melindungi data pribadi nasabah dan untuk melakukan review dan inspeksi secara berkala.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penerapan perlindungan terhadap data pribadi Anda sudah memadai dan optimal. Untuk itu, Bank Mandiri telah menerapkan keamanan berlapis untuk mengurangi risiko pelanggaran data nasabah, mulai dari manusia, proses, dan teknologi.

Terkait karyawan, Rudi menjelaskan bahwa Bank Mandiri terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran karyawan tentang bagaimana menangani keamanan informasi. Lebih lanjut, pada aspek proses, Rudy menjelaskan bahwa semua pengembangan aplikasi dilakukan melalui System Development Life Cycle (SDLC). Aspek ini memiliki proses tinjauan keamanan mulai dari tahap desain dan penilaian keamanan sepanjang proses pengembangan untuk memastikan keamanan data pelanggan dalam aplikasi yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: Bank Mandiri gelar program biaya transfer Rp77 antar bank dalam rangka HUT ke 77 RI

Dari sisi teknis, Bank Mandiri terus memantau perkembangan jenis serangan siber yang dapat digunakan untuk mencuri data nasabah, serta perkembangan teknologi yang ada untuk memitigasi risiko pembobolan data. “Bank Mandiri selalu memilih teknologi terbaik dan tepat sasaran untuk meningkatkan keamanan aplikasi,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK membubarkan Dana Pensiun Perum Perumnas

Rabu, 21 September 2022 | 21:25 WIB

Bank BSI membeli Wisma Antara senilai Rp755 miliar

Rabu, 21 September 2022 | 21:09 WIB
X