• Senin, 26 September 2022

Dukung ekonomi digital berkelanjutan, DBS Indonesia gandeng e-commerce dan fintech

- Jumat, 16 September 2022 | 08:06 WIB
Sebagai bentuk ongkret mendukung pertumbuhan ekonomi digital, Bank DBS Indonesia, Bukalapak, CARInih, Home Credit Indonesia, DOKU, Modalku, Flip, dan Warung Pintar berkolaborasi menggagas kampanye edukasi digitalisasi dan finansial bertajuk ‘More innovation, less limitation’. (Foto: Dok. DBS Indonesia)
Sebagai bentuk ongkret mendukung pertumbuhan ekonomi digital, Bank DBS Indonesia, Bukalapak, CARInih, Home Credit Indonesia, DOKU, Modalku, Flip, dan Warung Pintar berkolaborasi menggagas kampanye edukasi digitalisasi dan finansial bertajuk ‘More innovation, less limitation’. (Foto: Dok. DBS Indonesia)

digitalbank.id - Sebagai bentuk ongkret mendukung pertumbuhan ekonomi digital, Bank DBS-Indonesia">DBS Indonesia, Bukalapak, CARInih, Home Credit Indonesia, DOKU, Modalku, Flip, dan Warung Pintar berkolaborasi menggagas kampanye edukasi digitalisasi dan finansial bertajuk ‘More innovation, less limitation’.

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS-Indonesia">DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, kolaborasi ini menitikberatkan pada edukasi dan pembangunan ekosistem finansial digital yang berkelanjutan dan menargetkan kalangan unbanked dan underbanked di Indonesia.

"Dunia saat ini mengalami pertumbuhan teknologi digital yang sangat cepat dan mengubah banyak aspek di dalam kehidupan kita. Merespon peluang ini, Bank DBS-Indonesia">DBS Indonesia bertransformasi menjadi lebih seperti perusahaan teknologi, dan tak lagi melihat dirinya sebagai bank konvensional," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (15/9).

Menurut dia, kolaborasi ini juga terinspirasi oleh posisi brand Bank DBS untuk Live more, Bank less, lahirlah semangat More innovation, less limitation. "Bank DBS membangun ekosistem finansial strategis bersama Bukalapak, CARInih, Home Credit Indonesia, DOKU, Modalku, Flip, dan Warung Pintar. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan berbagai peluang serta memberdayakan masyarakat guna membangun perekonomian nasional,” kata Mona.

Kendati adopsi digitalisasi yang tinggi di antara masyarakat, untuk mencapai ekonomi berbasis digital masih terhadang beberapa kendala di antaranya pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, serta edukasi dan sumber daya manusia.

Kalangan unbanked, underbanked, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih dihadapkan pada isu pemindahan operasional mereka secara daring, koneksi dan infrastruktur, perlindungan data dan cybersecurity. Tantangan lainnya adalah mendigitalisasi layanan dan juga meningkatkan kapabilitas sumber daya yang mumpuni. Isu-isu tersebut merupakan sebuah agenda bersama pelaku bisnis digital untuk menghasilkan program layanan serta kebijakan yang komprehensif dan tersinkronisasi.

Victor Lesmana sebagai President, Commerce and Fintech Bukalapak, menyampaikan turut berkolaborasi dalam kampanye tersebut sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan inklusi finansial melalui penyediaan fitur pembayaran di platform Mitra Bukalapak yang inovatif dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Hal ini telah membuka peluang bagi Mitra Bukalapak untuk memfasilitasi transaksi digital yang mudah dan aman bagi lebih dari 14 juta Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia dan berkontribusi pada terbentuknya “Ekonomi yang Adil Bagi Semua”.

Bank DBS-Indonesia">DBS Indonesia percaya bahwa untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi digital dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai penggerak digitalisasi dan keuangan Indonesia, termasuk e-commerce dan fintech yang merupakan masa depan ekonomi Indonesia. Keunggulan e-commerce terbukti tidak hanya bisa mempertahankan, tetapi juga berhasil memulihkan bisnis para pelaku UMKM dengan lebih cepat di masa pandemi.

Dalam kesempatan sama, Flip menyatakan berkomitmen untuk meniadakan limitasi yang dialami masyarakat dalam transaksi digital. Co-Founder dan CEO Flip Rafi Putra Arriyan menyampaikan komitmen Flip untuk turut menciptakan lingkungan finansial yang adil di Indonesia melalui solusi finansial berbasis teknologi dalam memenuhi kebutuhan transaksi individu dan bisnis (fair financial solutions).

Selain itu, Co-Founder dan COO DOKU Nabilah Alsagoff juga menyambut baik kerja sama ini, “Sebagai pionir perusahaan payment gateway sejak 2007, DOKU selalu berupaya dalam berinovasi untuk membantu pelaku bisnis dan UMKM untuk go digital. Sejalan dengan misi tersebut, kini DOKU berfokus untuk melakukan pengembangan sistem yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital masyarakat Indonesia lewat berbagai fitur yang khusus dirancang untuk memudahkan pembayaran digital."

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK membubarkan Dana Pensiun Perum Perumnas

Rabu, 21 September 2022 | 21:25 WIB

Bank BSI membeli Wisma Antara senilai Rp755 miliar

Rabu, 21 September 2022 | 21:09 WIB
X