• Kamis, 8 Desember 2022

Transaksi QRIS BRI via merchant dan BRImo per Agustus 2022 mencapai 14,05 Juta

- Rabu, 14 September 2022 | 07:04 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk./BBRI mengungkapkan tren pertumbuhan transaksi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS melalui merchant BRI dan BRImo mencapai 14,05 juta transaksi hingga Agustus 2022. (Foto: Ilustrasi/qris.id)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk./BBRI mengungkapkan tren pertumbuhan transaksi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS melalui merchant BRI dan BRImo mencapai 14,05 juta transaksi hingga Agustus 2022. (Foto: Ilustrasi/qris.id)

digitalbank.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk./BBRI mengungkapkan tren pertumbuhan transaksi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS melalui merchant BRI dan BRImo mencapai 14,05 juta transaksi hingga Agustus 2022.

Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto, dalam melakukan upaya peningkatan jumlah transaksi, pihaknya memiliki beberapa strategi dengan fokus memperluas akseptasi penggunaan QRIS, baik dari sisi user maupun merchant. Dari sisi user, BRI mendorong nasabah BRImo untuk selalu melakukan pembayaran melalui QRIS dengan memperbanyak promo-promo pembayaran QRIS pada merchant.

"Sedangkan dari sisi merchant, BRI saat ini masih fokus untuk memperbanyak merchant-merchant QRIS dengan mengandalkan tenaga pemasar. Saat ini BRI telah bekerja sama dengan beberapa e-commerce dengan menjadikan QRIS BRI sebagai pilihan sarana pembayaran pada berbagai e-commerce tersebut," katanya, Selasa (13/9).

Menurut dia, total transaksi QRIS BRI mengalami tren positif sepanjang tahun 2022. Hingga Agustus 2022, total transaksi QRIS BRI tercatat mencapai 14,05 juta transaksi, yang terdiri dari transaksi QRIS melalui merchant BRI dan transaksi melalui Brimo. Berdasarkan transaksi tersebut, total nilai transaksi QRIS BRI hingga Agustus 2022 mencapai Rp3,08 Triliun.

Terkait besaran komisi yang didapatkan oleh BRI, sudah ditentukan oleh Bank Indonesia antara lain sebesar 0% untuk merchant kategori ultra mikro dan 0,7% untuk merchant kategori lainnya. “Pada dasarnya tidak ada investasi khusus dalam pengembangan QRIS pada merchant, namun BRI memiliki investasi dalam hal pengembangan sistem untuk dapat menerima pembayaran QRIS,” katanya.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, BRI memperkirakan jumlah transaksi maupun pengguna QRIS akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Optimisme itu didasarkan pada data historis pertumbuhan QRIS yang memperlihatkan tren positif baik dari sisi jumlah merchant maupun jumlah transaksi melalui QRIS.

Selain itu, Aestika menyatakan adanya pengguna BRImo yang belum menggunakan QRIS juga menjadi potensi penambahan perluasan transaksi QRIS ke depan. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperluas layanan QRIS atau QR cross-border melalui interkoneksi kode QR nasional dengan negara mitra.

Untuk saat ini, QRIS bisa digunakan di Negeri Gajah Putih alias Thailand. Namun, BI juga tengah melakukan uji coba QR cross-border dengan Malaysia dan inisiasi kerja sama dengan Singapura. Hingga saat ini, terdapat 8 penyedia jasa pembayaran (PJP) yang dapat melayani transaksi QRIS di Thailand, di mana 7 dari 8 layanan tersebut berasal dari perbankan, antara lain BCA, BSI, CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Bank Mega, Bank Permata, dan BPD Bali. (HAN)

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X