• Kamis, 8 Desember 2022

Nasabah prioritas Bank BCA makin meningkat, sinyal ekonomi nasional makin baik?

- Selasa, 13 September 2022 | 20:23 WIB
PT Bank Central Asia Tbk. atau Bank BCA (BBCA) mencapai pertumbuhan 7% YoY di segmen nasabah prioritas, melayani lebih dari 180.000 nasabah pilihan BCA per Juli 2022. (Foto: Ilustrasi)
PT Bank Central Asia Tbk. atau Bank BCA (BBCA) mencapai pertumbuhan 7% YoY di segmen nasabah prioritas, melayani lebih dari 180.000 nasabah pilihan BCA per Juli 2022. (Foto: Ilustrasi)

digitalbank.id - PT Bank Central Asia Tbk. atau Bank BCA (BBCA) mencapai pertumbuhan 7% YoY di segmen nasabah prioritas, melayani lebih dari 180.000 nasabah pilihan BCA per Juli 2022.

Hera F. Haryn, executive vice president Secretariat and Corporate Communications Bank BCA, mengatakan untuk meningkatkan jumlah nasabah BCA Prioritas, pihaknya akan terus memberikan solusi dan layanan perbankan terkait kebutuhan nasabah. “BCA juga menawarkan berbagai manfaat untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan pengembangan bisnis nasabah [BCA Prioritas],” kata Hera, Selasa (13/9/2022).

Ia menjelaskan, keanggotaan BCA Prioritas bersifat eksklusif dan dapat diperoleh dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Ketentuan tersebut antara lain, namun tidak terbatas pada, nasabah yang memiliki saldo rata-rata minimal Rp 500 juta dalam satu tahun, beberapa ketentuan lainnya, dan undangan dari BCA Prioritas. “Jadi jika ada pihak lain yang menawarkan layanan upgrade menjadi nasabah BCA Prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp, sudah pasti scam,” ujarnya.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin melihat tren nasabah prioritas perbankan mengalami pertumbuhan yang apik dan memiliki prospek yang cerah hingga akhir 2022. Amin memandang tren pertumbuhan yang apik juga sejalan dengan instrumen penyimpanan dana seperti tabungan misalnya, yang hanya memberikan suku bunga sebesar 0 persen.

“Nasabah prioritas menjadi dilema karena mahal, jadi harus bisa digunakan untuk membiayai kredit-kredit produktif yang skala besar dan cukup besar supaya menutup beban cost of fund-nya, tapi prospek [nasabah prioritas] masih cerah,” kata Amin, Selasa (13/9/2022).

Sementara itu, keadaan ekonomi seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berimbas pada terkereknya harga-harga komoditas lain dinilai tidak terlalu berdampak signifikan terhadap segmen nasabah prioritas. Menurut Amin, hal ini mengingat nasabah prioritas sudah tidak terpengaruh dengan kondisi seperti itu.

Dia mengungkapkan keberadaan nasabah prioritas juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk perbankan. Adapun, lanjutnya, beberapa bank besar juga sudah mulai melirik segmen nasabah prioritas untuk memperkuat dukungan pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK dan volume transaksi yang mengarah ke pendapatan komisi atau fee base income. “Keberadaan nasabah prioritas bisa mendorong pertumbuhan FBI, tapi bisa juga jadi beban biaya cost of fund bagi bank,” tutupnya.(SAF)


Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X