• Kamis, 8 Desember 2022

Transaksi via QRIS di Bank BCA capai Rp10 triliun pada semester pertama 2022

- Senin, 12 September 2022 | 21:50 WIB
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan pertumbuhan transaksi menggunakan standar kode respon cepat Indonesia atau metode QRIS yang diproses melalui sistem BCA, mencapai Rp10 triliun pada semester pertama tahun 2022. (Foto: Ilustrasi/Tom Fisk dari Pexels)
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan pertumbuhan transaksi menggunakan standar kode respon cepat Indonesia atau metode QRIS yang diproses melalui sistem BCA, mencapai Rp10 triliun pada semester pertama tahun 2022. (Foto: Ilustrasi/Tom Fisk dari Pexels)

digitalbank.id - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan pertumbuhan transaksi menggunakan standar kode respon cepat Indonesia atau metode QRIS yang diproses melalui sistem BCA, mencapai Rp10 triliun pada semester pertama tahun 2022.

Hera F Haryn, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communications BCA, mengatakan nilai transaksi QRIS meningkat delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hera menjelaskan, sebagai bank nasional, BCA mendukung kebijakan regulasi untuk mendorong digitalisasi melalui penerapan QRIS untuk memudahkan transaksi pembayaran bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Tahun ini Bank BCA gelar 2 kali EXPO Hybrid KKB, KSM, KPR

“BCA menawarkan berbagai alternatif solusi pembayaran bagi merchant yang menggunakan BCA, yaitu static QRIS dan dynamic QRIS,” kata Hera, Senin (12 September 2022). Selain itu, Hera mengatakan QRIS BCA kini dapat diakses melalui platform mobile BCA Sakuku dan myBCA, sehingga jumlah merchant QRIS BCA menjadi lebih dari 900.000. “Untuk memperluas penggunaan QRIS, BCA berencana meningkatkan akuisisi merchant QRIS di masa mendatang, termasuk aplikasi mobile Merchant BCA,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, BCA juga akan terus menambahkan fasilitas QRIS Dinamis pada mesin Electronic Data Capture atau EDC merchant-merchant BCA. Sebagai tambahan, upaya lain yang dilakukan BCA adalah melalui perluasan dan pengembangan kerja sama API QRIS.

Hera menyatakan pihaknya akan terus berkomitmen memperkuat ekosistem finansial, penyempurnaan, dan modernisasi dari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki dalam mendukung keandalan dan keamanan berbagai layanan perbankan transaksi digital. “Sehingga diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi digital perbankan dan dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan,” tutupnya.

Baca Juga: Bank BCA tetap pertahankan kantor cabang, meski jumlah transaksinya hanya 0,5%

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa saat ini terdapat 8 penyedia jasa pembayaran (PJP) yang dapat melayani transaksi QRIS di Thailand, di mana 7 dari 8 layanan tersebut berasal dari perbankan. Mereka di antaranya BCA, BSI, CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Bank Mega, Bank Permata, dan BPD Bali.(SAF)


Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X