• Senin, 26 September 2022

Bank Indonesia perkenalkan Snap untuk kerjasama industri perbankan dan fintech

- Rabu, 27 Juli 2022 | 14:14 WIB
GUNA menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif, baik untuk perbankan maupun perusahaan finansial teknologi (fintech), Bank Indonesia mengeluarkan Standar Nasional Open API atau Snap. (Foto: Twitter Bank Indonesia)
GUNA menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif, baik untuk perbankan maupun perusahaan finansial teknologi (fintech), Bank Indonesia mengeluarkan Standar Nasional Open API atau Snap. (Foto: Twitter Bank Indonesia)

digitalbank.id - GUNA menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif, baik untuk perbankan maupun perusahaan finansial teknologi (fintech), Bank Indonesia mengeluarkan Standar Nasional Open API atau Snap.

Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Agung Bayu Purwoko mengatakan untuk mendukung interlink bank dan fintech, bank sentral mengembangkan Snap secara bertahap yang mencakup standarisasi teknis, keamanan, data dan tata kelola.   “Harapannya, yang selama ini bergerak masing-masing bisa terstandarisasi dan lebih cepat mendorong pengembangan ekosistem,” ujarnya dalam Financial Cloud Summit baru-baru ini.

Dia menjelaskan standarisasi teknis mencakup protokol komunikasi, arsitektur, format data, standar otentikasi, otorisasi, enkripsi, serta fraud detection system dan business continuity plan. Adapun, standar data mencakup struktur seluruh data layanan.

Baca Juga: Bakal jadi alat pembayaran yang sah, Bank Indonesia tengah finalisasi konsep rupiah digital

Sementara itu, standar tata kelola memiliki cakupan perlindungan konsumen, perlindungan data, persyaratan kehati-hatian, dan standar kontrak. Snap merupakan salah satu inisiatif bank sentral sebagai tindak lanjut Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Ini membuktikan pentingnya standar nasional guna menyamakan bahasa, protokol, dan instruksi, yang memfasilitasi interkoneksi di antara aplikasi. Snap juga diharapkan mampu mendorong percepatan pelaku sistem pembayaran dalam melakukan kerja sama digital, sehingga mampu menekan biaya transaksi konsumen.

Kehadiran Snap juga mampu mendorong integrasi, interkoneksi, dan interoperabilitas, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus linkage antara penyedia jasa pembayaran (PJP) bank dan PJP non-bank, maupun pelaku ekonomi digital lainnya.

Baca Juga: Bank Indonesia segera koneksikan cross border payment dengan 4 negara Asean

Dari sisi pelaku industri, platform dompet digital DANA Indonesia atau PT Espay Debit Indonesia Koe merupakan perusahaan teknologi keuangan pertama yang menerapkan Snap. CEO dan Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara menjelaskan bahwa penerapan ini melanjutkan komitmen dan keterlibatan pihaknya sebagai first mover pada Working Group Nasional Open API.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK membubarkan Dana Pensiun Perum Perumnas

Rabu, 21 September 2022 | 21:25 WIB

Bank BSI membeli Wisma Antara senilai Rp755 miliar

Rabu, 21 September 2022 | 21:09 WIB
X