Hingga Mei 2022 Bank Mandiri salurkan KUR Rp16,85 triliun untuk 156.000 debitur

- Senin, 20 Juni 2022 | 10:09 WIB
Sektor pertanian menyumbang porsi terbesar mencapai 29,34% dari total KUR Bank Mandiri atau sebesar Rp 4,94 triliun. Kemudian dilanjutkan oleh sektor Jasa Produksi sebesar Rp 3,31 triliun atau 19,68% dari total penyaluran KUR pada akhir Mei 2022.  (Foto: Ilustrasi/ummi.ac.id)
Sektor pertanian menyumbang porsi terbesar mencapai 29,34% dari total KUR Bank Mandiri atau sebesar Rp 4,94 triliun. Kemudian dilanjutkan oleh sektor Jasa Produksi sebesar Rp 3,31 triliun atau 19,68% dari total penyaluran KUR pada akhir Mei 2022. (Foto: Ilustrasi/ummi.ac.id)

digitalbank.id - Bank Mandiri semakin aktif mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha, hingga akhir Mei 2022 lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp16,85 triliun kepada lebih dari 156.000 debitur di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat sebesar 7,51% jika dibandingkan Mei 2021 secara year to date (ytd) yang sebesar Rp15,67 triliun.

"Peningkatan realisasi penyaluran KUR ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat sedang berada dalam momentum yang positif," katanya dalam keterangan persnya dikutip Minggu (19/6).

Baca juga: Kredit ke segmen konsumsi terus meningkat, indikator pemulihan ekonomi?

Rudi mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam zona positif. Hal ini juga diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal ini juga selaras dengan komitmen Pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan tambahan subsidi bunga 3 persen hingga bulan Desember 2022.

Kebijakan tersebut, kata dia, mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Adapun, di tahun ini Bank Mandiri mendapatkan plafon KUR sebesar Rp 40 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan plafon tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.

Baca juga: Bank Mandiri catat tren jumlah investor via aplikasi Livin alami lonjakan 50 kali lipat

"Sesuai dengan aspirasi pemerintah untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini juga menjadi komitmen Bank Mandiri dalam program pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Tentunya, penyaluran KUR Bank Mandiri di tahun ini lanjut Rudi, akan tetap fokus menyasar sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah. Hal ini tercermin dari realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi Bank Mandiri di bulan Mei 2022 yang mencapai 59,20% atau sebesar Rp 9,97 triliun.

Bila dirinci, sektor pertanian menyumbang porsi terbesar mencapai 29,34% dari total KUR Bank Mandiri atau sebesar Rp 4,94 triliun. Kemudian dilanjutkan oleh sektor Jasa Produksi sebesar Rp 3,31 triliun atau 19,68% dari total penyaluran KUR pada akhir Mei 2022. Tidak hanya di kota besar, Bank Mandiri juga menyalurkan KUR di beberapa daerah. Salah satunya penyaluran KUR di region XI (Bali-Nusa Tenggara), dengan realisasi sebesar Rp 744,57 miliar pada akhir Mei 2022 kepada 5.576 debitur.

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X