• Senin, 26 September 2022

OJK beri ruang bagi bank masuk ke metaverse asal tak abaikan prinsip kehati-hatian

- Kamis, 16 Juni 2022 | 14:47 WIB
Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto  (Foto: Tangkapan layar webinar)
Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto (Foto: Tangkapan layar webinar)

digitalbank.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi ruang kepada perbankan di Indonesia untuk masuk ke metaverse. Teknologi metaverse bukan hanya sebuah manifestasi inovasi teknologi, namun secara ekonomi memberikan peluang peningkatan value atau nilai terhadap aset digital yang ada di dalamnya.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengatakan berbagai potensi ekonomi yang mendukung teknologi metaverse a.l. proyeksi endgame spending yang sudah mencapai US$18,4 miliar pada 2022, pada 2020 pendapatan metaverse global mencapai US$500 miliar dan diprediksi menyentuh US$800 miliar pada 2024.

Pasar utama pembuatan game oline dan hardware mencapai US$400 miliar pada 2024, sementara sisanya peluang entertainment dan media sosial. Kapitalisasi pasar NFT telah menyentuh US$41 miliar, kemudian penjualan realestate di 4 platforms metaverse mencapai US$501 juta pada 2021.

Baca juga: Tempuh langkah revolusioner, Metabank tawarkan sistem waralaba di metaverse

Lalu perkembangan kripto aset. Investor tradisional di pasar modal di Indonesia ada 8 juta investor, sementara investor kripto aset mencapai lebih dari 12 juta investor dengan nilai fantastis. OJK juga mecermati US$54 miliar dihabiskan untuk pembelian barang-barang virtual. VR dan AR memliki potensi untuk menambang US$1,5 triliun terhadap perekonomian global di 2030.

"Data-data tersebut tidak bisa dinafikan. Harus kita cermati. Ini [metaverse] adalah sebuah potensi ekonomi luar biasa yang perlu kita tap bersama-sama melalui kemajuan teknologi," ujarnya pada saat Networking Event: Webinar on Banking in Metaverse, Metabanking as a New World Ecosystem yang diselenggarakan OJK, Kamis (16/6).

Pembicara lainnya adalah Charles Budiman (EVP Diigital Banking Head PT Bank KB Bukopin Tbk.), Andes Rizky (Founder & Managing Director Shinta VVR), Jeffrey Budiman (Group Chief Innovation Office & Co-Founder WIR Group) dan Yohan Sugiono (AVP Digital Retail Solutions PT Bank Mandiri Tbk).

Baca juga: Allo Bank berencana masuk ke metaverse untuk lengkapi layanan nasabah

Menurut Anung, perkembangan teknologi berjalan lebih epat dari yang kita bayangkan denagn berbagai inovasi baru. "Kadang kita bikin business plan 5 tahun ke depan, kenyataannya besok itu sudah menjadi realita yang kita hadapi," katanya.

Itu pula, kata dia, yang terjadi pada metaverse yang saat ini menjadi sangat fenomenal. JPMorgan mendefinisikan metaverse sebagai konvergensi tanpa batas dari kehidupan fisik digital kita. Ini menciptakan komunitas virtual tempat kita bekerja, bermain, transaksi dan
sosialisasi.

Halaman:

Editor: Deddy H. Pakpahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK membubarkan Dana Pensiun Perum Perumnas

Rabu, 21 September 2022 | 21:25 WIB

Bank BSI membeli Wisma Antara senilai Rp755 miliar

Rabu, 21 September 2022 | 21:09 WIB
X