• Kamis, 8 Desember 2022

CIMB Niaga optimistis transaksi kartu kreditnya naik di atas 30%

- Selasa, 31 Mei 2022 | 12:24 WIB
PT Bank CIMB Niaga Tbk  mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi kartu kredit lebih dari 30% per April 2022. (Foto: Dok. CIMB Niaga)
PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi kartu kredit lebih dari 30% per April 2022. (Foto: Dok. CIMB Niaga)

digitalbank.id - PANDEMI terkendali dan pemulihan ekonomi makin membaik, belanja nasabah pun makin meningkat. Ini terlihat betul dalam bisnis kartu kredit perbankan yang semakin tinggi aktivitas penggunaannya. PT Bank CIMB Niaga Tbk umpamanya, mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi kartu kredit lebih dari 30% per April 2022.

Direktur Bank CIMB Niaga, Noviady Wahyudi, menyatakan secara volume, transaksi kartu kredit mengalami peningkatan 35% dibandingkan 2021."Prospek bisnis kartu kredit di tahun ini akan semakin membaik dengan adanya relaksasi dan pelonggaran mobilitas. CIMB Niaga memiliki aspirasi kenaikan transaksi lebih dari 20% dibandingkan 2021," jelasnya.

Baca Juga: CIMB Niaga dan Sun Life perdalam kemitraan garap bancassurance

Terlebih, Bank Indonesia (BI) telah memperpanjang relaksasi aturan kartu kredit terkati telat dan minimum bayar sampai akhir 2022. Ia menyatakan terdapat sekitar 10% hingga 15% dari nasabah aktif CIMB Niaga yang melakukan min payment dan dikenakan biaya keterlambatan. "Sehingga perpanjangan relaksasi aturan ini kami pandang baik dan bermanfaat bagi nasabah CIMB Niaga," tukasnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume gesekan kartu kredit mencapai 80,80 juta kali transaksi per Maret 2022. Nilai ini meningkat 22,01% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu sebanyak 66,22 juta.

Baca Juga: Beli asuransi cukup di aplikasi super Octo Mobile CIMB Niaga

Sedangkan berdasarkan nilai, transaksi kartu kredit mencapai Rp 71,31 triliun di sepanjang kuartal pertama 2022. Nilai ini meningkat 9,74% yoy dari posisi Maret 2021 mencapai Rp 64,98 triliun.

Guna memperkuat sistem pembayaran dalam mendorong pemulihan ekonomi, Bank Indonesia (BI) memilih untuk memperpanjang relaksasi kartu kredit. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut BI melanjutkan masa berlakunya kebijakan batas minimum dan nilai denda keterlambatan kartu kredit hingga penghujung 2022.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah perkuat infrastruktur digital untuk kejar pertumbuhan

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X