• Kamis, 8 Desember 2022

Asyik, Bank BSI bakal bagi dividen!

- Jumat, 27 Mei 2022 | 20:00 WIB
Bank BSI akan membagikan dividen tunai sebesar 25 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2021 atau sekitar Rp757 miliar kepada pemegang saham. (Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Bank BSI akan membagikan dividen tunai sebesar 25 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2021 atau sekitar Rp757 miliar kepada pemegang saham. (Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

 

digitalbank.id -- KABAR gembira bagi seluruh pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pasalnya Bank BSI ini akan membagikan dividen tunai sebesar 25 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2021 atau sekitar Rp757 miliar kepada pemegang saham.

Pemberian dividen tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BSI, Jumat (27/5/2022). Sekretaris Perusahaan BSI Gunawan Arif Hartoyo mengatakan, sampai dengan akhir 2021, perseroan berhasil membukukan kinerja solid dengan membukukan laba bersih senilai Rp3,02 triliun atau naik 38,45 persen secara year on year (yoy).

Baca Juga: Bank BSI salurkan pembiayaan sebesar Rp177,51 triliun di kuartal I/2022

Sore Ini "Pemegang saham menyetujui pemberian dividen tunai sebesar 25 persen dari laba bersih perseroan atau sekitar Rp757 miliar," ujar Gunawan dalam konferensi pers, Jumat (27/5/2022). Secara rinci besaran dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham, yakni Rp757.051.214.975. Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp18,41 per lembar saham.

Gunawan menuturkan, pemberian dividen payout ratio sebesar 25 persen tersebut mempertimbangkan komitmen BSI untuk terus memberi nilai kepada shareholder dan menghadirkan value kepada stakeholder melalui rencana ekspansi bisnis ke depan. “Keputusan tersebut mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perusahaan ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga: Bank BSI bangun ekosistem digital di Aceh

Selain itu, RUPST BSI juga menetapkan sebesar 20 persen laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 disisihkan sebagai cadangan wajib perseroan dan sebanyak 55 persen dari laba bersih tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan.(SAF)

 

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X