• Kamis, 8 Desember 2022

Transaksi via QRIS meroket tembus Rp4,5 triliun pada Februari 2022

- Rabu, 13 April 2022 | 08:30 WIB
Transaksi QRIS hingga Desember 2021 yang diproses melalui sistem BCA mencapai Rp5,4 triliun, meningkat 891 persen dan didominasi oleh transaksi Food & Beverage (F&B). (Foto: Ilustrasi/bca.co.id )
Transaksi QRIS hingga Desember 2021 yang diproses melalui sistem BCA mencapai Rp5,4 triliun, meningkat 891 persen dan didominasi oleh transaksi Food & Beverage (F&B). (Foto: Ilustrasi/bca.co.id )

digitalbank.id - TRANSAKSI non tunai di era pandemi menjadi primadona. Salah satunya adalah transaksi Quick Response Code Indonesian (QRIS) terus mengalami peningkatan, seiring langkah bank sentral yang melanjutkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nominal transaksi QRIS naik empat kali lipat pada Februari 2022 atau mencapai Rp4,5 triliun.

Jumlah tersebut juga karena dengan 15,7 juta merchant yang telah memiliki kode QR sebagai salah satu metode pembayaran. Tak hanya itu, BI juga meningkatkan limit transaksi QRIS dari semula Rp5 juta menjadi Rp10 juta sejak 1 Maret 2022. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong konsumsi masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: BRI siapkan uang tunai Rp46,85 triliun sepanjang libur Idul Fitri 1443 H

Beberapa Bank swasta dan bank BUMN mencatat pertumbuhan yang dalam transaksi vis QRIS. Sebut misalnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang telah melakukan akuisisi merchant QRIS lebih dari 1,6 juta. Total transaksi QRIS BNI mencapai Rp297 miliar per Maret 2022, naik signifikan dari awal optimalisasi penggunaan QRIS pada Agustus 2021 yang tercatat Rp14,9 miliar.

Sementara itu, total transaksi QRIS bulanan BNI per Maret 2022 tercatat 1,5 juta, naik dari Agustus 2021 tercatat 140.000. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan BNI selalu berupaya memastikan keandalan dan respons dari QRIS dalam menunjang kecepatan dan kenyamanan transaksi nasabah, sehingga terus mendorong transaksi semakin kuat di masa pemulihan ekonomi tahun ini.

Baca Juga: Perluas jaringan kartu kreditnya di Indonesia, JCB kolaborasi dengan fintech

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat transaksi melalui pembayaran QRIS Bank Mandiri mencapai lebih dari 1 juta transaksi dengan volume mencapai lebih dari Rp150 miliar hingga Februari 2022. Adapun di sisi merchant, Bank Mandiri turut melakukan percepatan perluasan akseptasi layanan digital, terutama QRIS dengan melakukan kegiatan akuisisi dan edukasi merchantyang dilakukan secara masif dan agresif di seluruh Indonesia. Senior Vice President (SVP) Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas WahyudI menjelaskan perluasan akseptasi QRIS dilakukan dengan menjangkau berbagai ekosistem seperti pasar, pedagang UMKM, rumah ibadah, rumah sakit, dan berbagai komunitas lainnya.

Begitu pula, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menyatakan bahwa saat ini transaksi QRIS di BRI sangat masif dan pertumbuhannya sangat signifikan. Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan pertumbuhan volume transaksi pada Februari 2022 bertambah 1.136 persen yoy, sedangkan untuk frekuensi transaksi pada Februari 2022 meningkat 657 persen yoy. “Volume transaksi QRIS BRI sudah mencapai Rp120 miliar pada Februari 2022 dan mencapai 1,5 juta frekuensi transaksinya,” kata Aestika kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Melalui program Xpora, BNI Hongkong sukses bantu diaspora dan ekspor UMKM

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X